PT Bank Jago Tbk (ARTO) membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp189 miliar hingga akhir Juni 2026, meningkat 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp127 miliar. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), penyaluran kredit, serta peningkatan jumlah nasabah.
Hingga semester I 2026, aset Bank Jago tumbuh 28 persen menjadi Rp41,4 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 28,4 persen. Sementara itu, jumlah nasabah mencapai 20,1 juta atau bertambah hampir 3 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan pertumbuhan bisnis didorong oleh inovasi layanan digital serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Hingga Juni 2026, DPK tercatat Rp27,6 triliun atau naik 23 persen secara tahunan, sedangkan penyaluran kredit meningkat 24 persen menjadi Rp26,6 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross tetap rendah di level 0,8 persen.
Bank Jago juga terus memperkuat ekosistem digital melalui kolaborasi dengan Bibit, Stockbit, BFI Finance, serta menghadirkan fitur Rapor Kredit di aplikasi Jago untuk membantu nasabah memahami kondisi keuangan dan mengambil keputusan pembiayaan secara lebih bijak.