Kemenkomdigi Perluas Akses Internet untuk Sekolah Rakyat di Daerah Terpencil

Kemenkomdigi Perluas Akses Internet untuk Sekolah Rakyat di Daerah Terpencil

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) blusukan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman, Yogyakarta. Dalam menyukseskan pendidikan Sekolah Rakyat di Indonesia, Kemenkomdigi berkomitmen, memberi dukungan dalam memberikan bantuan jaringan internet. 

Plt. Direktur Ekosistem Media Kemenkomdigi, Farida Dewi Maharani menegaskan, lembaganya tegak lurus mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Karena, kehadiran internet ini diyakininya membantu siswa-siswi dan para guru untuk mengembangkan pendidikan. 

“Program Presiden Prabowo ini luar biasa, masa depan bangsa ini tergantung masa depan SDM (sumber daya manusia). Maka, akses internet ini akan diberikan, sesuai arahan presiden, supaya pembelajaran lebih baik,” kata Dewi seusai mengunjungi SRMA 20 Sleman, di Yogyakarta, Jumat (7/11/2025). 

Dari fasilitas teknologi yang dimiliki Sekolah Rakyat, Dewi menilai, tidak kalah bagus dengan sekolah swasta. Bahkan, kurikulum pelajaran tentang literasi digital pun sangat bagus. 

“Sekolah yang benar- gratis dengan fasilitasnya, fasilitasnya bagus, (tidak jauh beda) dengan sekolah swasta. Jadi tidak hanya melihat fisik, kurikulumnya juga bagus,” ucap Dewi. 

Kemudian, Dewi menyoroti, pentingnya mengembangkan ‘karakter building’ di Sekolah Rakyat. Mengingatkan, Indonesia sangat perpedoman penuh dengan nilai-nilai Pancasila. 

“Karakter Building penting, semau apapun pinternya anak, kalau nggak punya karakter akan sulit (berkomunikasi). Bahkan Sekolah Rakyat ini juga mirip sekolah-sekolah Islam, anak-anaknya selalu menjalanlan salat Duha,” ujar Dewi. 

Oleh sebab itu, Dewi menekankan, penting dukungan masyarakat untuk menyukseskan program Sekolah Rakyat. Karena, pemerintahan Presiden Prabowo membuka akses lebar untuk masyarakat golongan miskin ekstrem. 

“Membuka akses pendidikan berkualitas, untuk anak-anak tidak mampu. Program Presiden Prabowo, memberikan kesempatan buat anak-anak (tidak mampu) yang memiliki kemampuan dan kelebihan,” kata Dewi. 

Sementara, Kepala Sekolah SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih menceritakan, tantangan mendidik anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2. Diakuinya, para guru di SRMA 20 Sleman sampai menginap di sekolah sampai dua minggu. 

“Para guru sempat fokus tinggal di sini selama dua minggu pertama, karena banyak anak-anak yang ingin pulang. Namun, setelah diberikan pendampingan dan pengertian, akhirnya mereka menjadi betah di sini,” kata Reti di tempat yang sama. 

Reti pun mengucap terima kasih, kepada pemerintah yang mendukung membantu memberikan bantuan fasilitas Sekolah Rakyat. Bantuan itu, seperti laptop, smart board, hingga jaringan internet. 

“Setiap anak nanti dapat laptop, ini sedang proses instal, pembelajaran IT ada smart board. Pembelajaran ini jadinya menyenangkan,” ucap Reti. 

Tidak lupa, Reti mengucap terima kasih secara khusus kepada Kemenkomdigi. Karena, Menkomdigi Meutya Hafid memberikan bantuan internet berkeceparan 100 Mbps untuk SRMA 20 Sleman. 

“Untuk internet kita diberikan dukungan langsung dari Bu Meutya. Dapat bantuan internet, 100 Mbps, sentralnya di asrama dan di kelas,” ujar Reti.