Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan kebijakan dan prioritas APBN 2027 akan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang ekspansif sekaligus tetap terukur. APBN 2027 mengusung tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”.
Juda menjelaskan APBN 2027 akan menjalankan tiga fungsi utama, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi (to grow), melindungi masyarakat (to protect), dan memperkuat transformasi ekonomi (to transform).
Fungsi pertumbuhan akan diwujudkan melalui kebijakan yang mendorong aktivitas ekonomi dan investasi serta mendukung pembangunan prioritas. Sementara fungsi perlindungan diarahkan untuk menjaga daya beli, kesejahteraan, dan pemberdayaan masyarakat.
Adapun transformasi ekonomi akan diperkuat melalui investasi, hilirisasi, dan industrialisasi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah menyiapkan strategi penerimaan negara melalui optimalisasi perpajakan, bea dan cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pemanfaatan data dan teknologi, penguatan pengawasan, serta peningkatan kepatuhan menjadi bagian dari strategi tersebut.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah menargetkan defisit APBN 2027 sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah juga akan mengoptimalkan sumber pembiayaan domestik, pengelolaan utang dan kas, serta sejumlah instrumen pemerintah untuk menjaga pembiayaan tetap berkelanjutan.
Juda mengatakan strategi pembiayaan domestik tersebut diharapkan dapat mengurangi kerentanan APBN dan pasar keuangan Indonesia terhadap gejolak ekonomi global.