Harga solar atau diesel di Inggris menembus rekor baru di tengah tekanan pasar energi global yang meningkat. Rata-rata harga diesel mencapai sekitar 2 pound sterling atau setara Rp48.289 per liter berdasarkan kurs Rp17.888 per dolar AS.
Menteri Transportasi Inggris Keir Mather mengatakan pasokan diesel di negaranya masih kuat meskipun harga bahan bakar mengalami kenaikan tajam. Pemerintah juga bekerja sama dengan Amerika Serikat, Badan Energi Internasional (IEA), serta sejumlah mitra Eropa untuk menjaga kelancaran pasokan.
Mather menegaskan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan potensi kelangkaan karena Inggris memiliki sumber pasokan diesel yang beragam. Pemerintah juga mempertahankan kebijakan pembekuan bea bahan bakar.
Data organisasi otomotif RAC menunjukkan harga diesel sempat mencapai 199,33 pen per liter pada awal pekan. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 199,09 pen per liter yang tercatat pada Juni 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat pada akhir Februari, harga diesel Inggris disebut telah naik sekitar 59 pen per liter atau hampir 40 persen. Lebih dari separuh kebutuhan diesel Inggris masih dipenuhi melalui impor, dengan sekitar 31 persen di antaranya berasal dari Amerika Serikat.
Di tengah kenaikan harga tersebut, negara-negara G7 sepakat mengambil sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan bahan bakar. Salah satunya melalui pelepasan cadangan strategis hingga 100 juta barel dalam empat bulan.
Langkah tersebut dilakukan ketika pasar energi global masih menghadapi tekanan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah dan negara-negara mitra juga berupaya menjaga arus perdagangan energi agar pasokan diesel tetap tersedia di tengah tingginya permintaan dan ketidakpastian pasar.