PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengumumkan pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari PT Danantara Asset Management (Persero) senilai Rp2 triliun. Transaksi ini bersifat subordinasi dengan tenor perpetual dan dilengkapi call option, dikategorikan sebagai modal inti tambahan (AT1) sesuai ketentuan OJK. Penilai independen menilai transaksi wajar secara kualitatif maupun kuantitatif.
Pinjaman ini bertujuan memperkuat permodalan BTN dan mendukung ekspansi bisnis, terutama penyaluran kredit di sektor perumahan serta korporasi terkait real estate, listrik, gas, air, dan perdagangan besar. BTN memastikan seluruh prosedur transaksi afiliasi telah sesuai ketentuan OJK.
Hingga akhir November 2025, BTN mencatat laba bersih Rp2,91 triliun, naik 21,1% yoy dari Rp2,40 triliun. Pertumbuhan ini didorong penyaluran kredit Rp386,47 triliun (+8,74% yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp423,96 triliun (+15,77% yoy), dan total aset Rp503,99 triliun (+12,16% yoy). Strategi peningkatan DPK murah melalui digital superapp “Bale by BTN” dan Bale Korpora membantu menurunkan biaya dana, sementara pemindahan unit usaha syariah ke Bank Syariah Nasional hampir rampung dengan target operasi pada 22 Desember 2025.
Dikutip dari liputan6.com