Jakarta – Badan Geologi Kementerian ESDM menurunkan status Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) per Selasa pagi, 24 Februari 2026. Penurunan status ini berdasarkan pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan tren menurunnya aktivitas vulkanik.
Sebelumnya, gunung api ini dinaikkan ke Level III pada 18 Januari 2026 karena aliran lava di kawah barat. Aktivitas vulkanik yang tinggi tercatat hingga pertengahan Februari, termasuk ribuan gempa erupsi dan hembusan, tremor harmonik/nonharmonik, serta beberapa gempa tektonik lokal dan jauh. Namun, sejak pertengahan Februari, intensitas gempa dan aliran lava menunjukkan penurunan signifikan.
Secara visual, asap kawah berwarna putih hingga kelabu terlihat tipis hingga sedang, dengan kolom erupsi berkisar 50-200 meter dari puncak. Suara gemuruh terdengar lemah hingga sedang, dan lontaran material vulkanik masih terpusat di sekitar kawah.
Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tetap diimbau tidak memasuki radius 2 km dari kawah, serta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut. Penggunaan masker pelindung dan penutupan tempat penampungan air bersih juga dianjurkan untuk menghindari dampak abu vulkanik.
Badan Geologi menekankan pentingnya koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, agar masyarakat selalu memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas gunung api ini.
Dikutip dari antaranews.com