Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat bencana pergerakan tanah yang terjadi di lima kecamatan mengakibatkan 54 rumah warga mengalami kerusakan. Peristiwa ini dipicu hujan lebat dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak awal Januari 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat menyebutkan, pergerakan tanah teridentifikasi di Kecamatan Mancak, Cikeusal, Cinangka, Padarincang, dan Waringin Kurung. Dari total rumah terdampak, 43 unit mengalami rusak berat, lima unit rusak sedang, dan enam unit rusak ringan. Selain itu, sebanyak 97 rumah lainnya masuk dalam kategori berpotensi terdampak jika kondisi tanah terus bergerak.
Tidak hanya permukiman, dua fasilitas umum juga dilaporkan terdampak bencana tersebut. Secara keseluruhan, Kabupaten Serang tengah menghadapi bencana hidrometeorologi berupa pergerakan tanah, banjir, dan angin kencang yang meluas hingga puluhan desa. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat dengan tingkat ancaman sedang hingga tinggi.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan, terutama pada kontur tanah miring dan labil, untuk meningkatkan kewaspadaan dan siap melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah. Potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga 22 Januari 2026.
Dikutip dari antaranews.com