Enam Proyek Hilirisasi Siap Groundbreaking Januari 2026, Nilai Investasi Rp100 Triliun

Enam Proyek Hilirisasi Siap Groundbreaking Januari 2026, Nilai Investasi Rp100 Triliun

Pemerintah Indonesia bersiap melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi pada Januari 2026. Informasi ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di sela-sela retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Proyek hilirisasi mencakup beberapa sektor strategis:

  • Energi dan lingkungan:
    • Waste to Energy di 34 kabupaten/kota dengan kapasitas sampah lebih dari 1.000 ton/hari.
    • Gasifikasi batu bara atau Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti impor LPG.
  • Pertanian dan industri:
    • Pengolahan komoditas bernilai tinggi seperti kopi, cokelat, pala, dan kelapa.
  • Investasi strategis:
    • Smelter Aluminium dan Alumina Refinery di Kalimantan Barat.
    • Pabrik bioavtur di Cilacap.
    • Pabrik bioetanol di Banyuwangi.
    • Proyek unggas dan kelapa di Malang dan NTB.

Total nilai investasi proyek ini mencapai USD 6 miliar (sekitar Rp100 triliun). Groundbreaking enam proyek pertama akan dilakukan Januari 2026, sementara tahap berikutnya dijadwalkan pada Februari-Maret untuk 18 program hilirisasi secara keseluruhan.

Menteri Rosan Roeslani menekankan bahwa proyek-proyek ini padat karya sekaligus bernilai ekonomi tinggi, mendukung strategi pemerintah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, hilirisasi komoditas, dan energi nasional.

Dikutip dari RRI.co.id