Harga minyak dunia menutup 2025 dengan penurunan tajam, hampir 20% sepanjang tahun—penurunan tahunan terdalam sejak 2020. Brent ditutup di USD 60,85/barel, WTI di USD 57,42/barel.
Pelemahan dipicu kelebihan pasokan global, produksi OPEC+ meningkat, dan sanksi terhadap Rusia, Iran, serta Venezuela. Meski stok minyak mentah AS turun, persediaan bensin dan diesel melonjak, menambah tekanan harga.
Analis memperkirakan Brent bisa turun ke USD 55/barel di kuartal I-2026 sebelum stabil di sekitar USD 60/barel, karena pasokan shale AS tetap konsisten meski harga melemah. Ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor penyangga harga minyak.
Dikutip dari liputan6.com