Harga minyak dunia mengalami penurunan pada Jumat, 12 Desember 2025 (Sabtu waktu Jakarta), setelah investor mencermati kelebihan pasokan dan kemungkinan kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Harga minyak Brent turun 16 sen atau 0,26% menjadi USD 61,12 per barel, sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS turun 16 sen atau 0,28% menjadi USD 57,44 per barel.
Penurunan ini terjadi meski ada beberapa faktor yang mendukung harga, seperti meningkatnya ketegangan antara AS dan Venezuela serta serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap anjungan minyak Rusia di Laut Kaspia. AS baru saja menyita kapal tanker minyak Venezuela, tetapi dampaknya terhadap pasar masih terbatas.
Ekspor minyak Rusia melalui jalur laut pada November 2025 hanya turun 0,8% dari bulan Oktober, berkat selesainya pemeliharaan kilang. Namun, pasar tetap dalam ketidakpastian karena pasokan minyak global melebihi permintaan, dan OPEC memperkirakan pasokan hampir sama dengan permintaan pada 2026.
Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga, menyatakan bahwa setiap reli harga minyak kemungkinan akan bersifat singkat karena surplus pasokan. Investor kini lebih fokus pada perkembangan perundingan perdamaian Rusia-Ukraina, yang dapat menurunkan dukungan untuk harga minyak.
Dikutip dari liputan6.com