Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya sinergi dengan media massa dalam memastikan kebijakan pendidikan tersampaikan secara utuh, akurat, dan mudah dipahami masyarakat. Melalui Dialog Kebijakan bersama media di Kota Tangerang Selatan, kementerian membuka ruang pertukaran informasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengapresiasi peran Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) dalam menyebarluaskan informasi pendidikan sekaligus menjadi jembatan masukan dari lapangan.
Dalam dialog tersebut dipaparkan sejumlah program strategis, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) yang pada 2025 telah menjangkau sekitar 17,9 juta penerima dan 1,8 juta satuan pendidikan. Mulai 2026, cakupan PIP diperluas hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari komitmen Wajib Belajar 13 Tahun.
Selain itu, Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) terus diperkuat untuk mendukung siswa dari daerah 3T, Orang Asli Papua, serta anak pekerja migran. Kemendikdasmen juga memastikan keberlanjutan pendidikan murid berprestasi melalui Beasiswa Talenta Indonesia, yang membuka peluang studi di dalam maupun luar negeri.
Melalui kolaborasi erat dengan media, Kemendikdasmen berharap setiap kebijakan dapat dikawal bersama demi pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Dikutip dari antaranews.com