Pascabencana di Aceh dan Sumatra, distribusi energi terutama elpiji ke wilayah terdampak banjir sempat terganggu akibat akses jalan darat yang terputus. Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan elpiji tetap tersedia melalui skema distribusi alternatif.
Akses darat Lhokseumawe–Banda Aceh masih dalam perbaikan, sehingga pengiriman darat belum optimal. Untuk itu, Pertamina mengalihkan pengiriman elpiji melalui jalur laut menggunakan kapal Ro-Ro, yaitu Kapal Wira Loewisa dan Kapal Aceh Hebat 2.
Kapal Wira Loewisa membawa 16 unit skid tank, sementara Aceh Hebat 2 membawa 8 unit, dengan kapasitas sekitar 15 metrik ton per unit. Total elpiji yang dikirim mencapai 360 ton, setara lebih dari 30 ribu tabung LPG 3 kg dan 12 kg.
Menurut Sunardi, Pertamina, “Skema Ro-Ro terus dilakukan untuk distribusi ke 10 kabupaten kota Aceh. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan elpiji.”
Distribusi tetap berjalan meski infrastruktur belum pulih sepenuhnya. Pertamina juga menggunakan helikopter metode sling load untuk wilayah Bener Meriah, sebagai langkah darurat menjaga pasokan elpiji tetap aman.
Perusahaan berharap akses jalan darat Lhokseumawe–Banda Aceh segera normal kembali agar distribusi elpiji lebih optimal.
Dikutip dari RRI.co.id