Pemerintah Siapkan Tambahan Rp100 Triliun untuk Perbankan, Skema Lebih Fleksibel

Pemerintah Siapkan Tambahan Rp100 Triliun untuk Perbankan, Skema Lebih Fleksibel

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah penempatan dana pemerintah sebesar Rp100 triliun ke sektor perbankan guna memperkuat likuiditas dalam sistem keuangan nasional.

Kebijakan ini melanjutkan skema sebelumnya ketika pemerintah menempatkan dana Rp200 triliun pada bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Namun, pada rencana terbaru ini pemerintah ingin menggunakan skema yang lebih fleksibel dengan tenor jangka pendek.

Menurut Purbaya, dana tersebut dirancang agar dapat keluar-masuk dengan cepat sehingga tidak terikat dalam deposito jangka panjang. Dengan mekanisme ini, dana tetap dapat dimanfaatkan untuk membantu likuiditas perbankan, namun sewaktu-waktu bisa ditarik kembali ketika pemerintah membutuhkan anggaran untuk membiayai belanja negara.

Selain skema yang berbeda, sumber dana juga direncanakan berasal dari pos yang berbeda. Jika pada kebijakan sebelumnya dana berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL), kali ini pemerintah mempertimbangkan menggunakan dana belanja yang saat ini masih tersimpan di Bank Indonesia dan belum terserap.

Purbaya menjelaskan bahwa sebagian dana tersebut saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pemerintah mempertimbangkan memindahkannya sementara ke perbankan agar dapat menambah likuiditas dalam sistem perekonomian sebelum akhirnya digunakan untuk belanja negara.

Meski demikian, waktu pelaksanaan kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian. Purbaya menyebut pihaknya telah meminta Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap rencana tersebut.

Sebelumnya, pemerintah juga memutuskan memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun di perbankan hingga September 2026 guna menjaga stabilitas likuiditas sektor keuangan. Evaluasi terhadap kebijakan tersebut rencananya akan kembali dilakukan pada periode yang sama.

Dikutip dari antaranews.com