Solok Fokus Pemulihan Pascabencana, Infrastruktur dan Hunian Sementara Jadi Prioritas

Solok Fokus Pemulihan Pascabencana, Infrastruktur dan Hunian Sementara Jadi Prioritas

Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menetapkan status transisi darurat ke fase pemulihan selama enam bulan ke depan menyusul bencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut. Fokus utama masa transisi mencakup perbaikan infrastruktur darurat seperti jalan, jembatan, normalisasi aliran sungai, jaringan air bersih, serta pembersihan material longsor.

Selain itu, Pemkab Solok juga menata lingkungan melalui penyediaan hunian sementara (huntara), relokasi warga dari zona rawan bencana, penataan sanitasi dan drainase darurat, serta pendataan kerusakan dan kerugian menggunakan mekanisme Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna). Pemerintah daerah juga menyusun rencana rehabilitasi dan rekonstruksi serta sinkronisasi lintas OPD, Forkopimda, dan pemerintah pusat.

Sekda Kabupaten Solok, Medison, menegaskan ketersediaan pangan pokok di wilayah masih aman, namun menghadapi tantangan akibat terganggunya produksi dan distribusi. Lima langkah prioritas selama masa transisi meliputi menjaga solidaritas Forkopimda, koordinasi lintas instansi, kelancaran mobilitas, stabilitas sosial dan ketertiban umum, serta keamanan tempat ibadah dan pusat keramaian. Total kerugian materi akibat bencana diperkirakan mencapai Rp1,48 triliun, dan masa transisi diharapkan menjadi jembatan menuju rehabilitasi dan rekonstruksi yang menyeluruh.

Dikutip dari antaranews.com