Soroti Banyak Masalah, DPR Minta Hasil TKA 2025 Tidak Dijadikan Acuan Seleksi PTN

Soroti Banyak Masalah, DPR Minta Hasil TKA 2025 Tidak Dijadikan Acuan Seleksi PTN

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menuai perhatian Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih. Di satu sisi, ia mengapresiasi bahwa TKA berhasil memacu kembali semangat belajar siswa. Menurutnya, tanpa asesmen seperti ini, antusias belajar siswa cenderung menurun.

Namun, Fikri menegaskan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini menyimpan banyak persoalan krusial yang perlu diperbaiki. Ia meminta pemerintah agar hasil TKA tidak dijadikan syarat penentu maupun validator nilai rapor untuk jalur masuk PTN, mengingat banyaknya kendala yang merugikan peserta didik.

Dalam sembilan catatan kritisnya, Fikri menyoroti durasi pengerjaan soal yang dianggap jauh dari realistis. Siswa harus mengerjakan 25 soal dalam 45 menit dengan tingkat kesulitan yang tinggi, termasuk soal pilihan ganda kompleks dengan wacana panjang. Kondisi ini dinilai lebih berat daripada format Ujian Nasional (UN) sebelumnya.

Ia juga menyoroti ketidaksesuaian materi ujian dengan kisi-kisi simulasi yang diberikan sebelumnya. Banyak siswa mengeluhkan materi yang muncul saat ujian tidak pernah diajarkan atau tidak ada dalam gladi bersih. Laporan mengenai penggunaan ponsel oleh peserta, dugaan kebocoran soal, serta error waktu server membuat integritas tes semakin dipertanyakan.

Fikri menyampaikan bahwa evaluasi lengkap akan diserahkan kepada BSKAP sebagai bahan pembenahan. Ia menilai TKA 2025 sebaiknya menjadi evaluasi internal untuk memperbaiki desain asesmen pendidikan agar lebih relevan dengan kemampuan siswa dan kondisi di lapangan.

Dikutip dari antaranews.com