Bencana hidrometeorologi Humbang Hasundutan memicu banjir dan tanah longsor di 31 desa dari 6 kecamatan. BNPB bersama Diskominfo Kabupaten Humbang Hasundutan menyalurkan bantuan darurat, termasuk memasang jaringan satelit Starlink di tiga titik agar warga dapat mengakses internet gratis 24 jam.
Selain itu, Dinas Perhubungan memasang lampu penerangan di sekitar posko pengungsian, sedangkan Satuan Tagana dari Dinas Sosial menyalurkan makanan bergizi tiga kali sehari dari dapur umum. Hingga 30 November 2025 pukul 16.00 WIB, korban meninggal tercatat 6 orang, 9 luka-luka, 2 hilang, dan 2.200 warga mengungsi.
Infrastruktur terdampak cukup parah: 51 rumah rusak berat, 22 hanyut, 90 rusak ringan, jembatan hilang 2 unit, 132 titik jalan longsor, dan lahan pertanian seluas 768 hektare terdampak. Jalur Pulo Godang-Pakkat-Barus kini mulai dibuka dengan pengawasan ketat.
BNPB menekankan prioritas penanganan darurat meliputi pencarian korban, perbaikan akses, pemenuhan kebutuhan dasar, dan kajian geologi untuk rekomendasi relokasi. Sinergi BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana ini.
Sumber RRI.co.id