Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong percepatan transformasi digital nasional sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian siber Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan dalam diskusi bertajuk Smart Indonesia: Akselerasi Transformasi Digital Nasional melalui Inovasi Infrastruktur Telekomunikasi di Gedung DPR/MPR, Jakarta.
Ibas menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil peran lebih besar dalam ekosistem digital global, tidak hanya sebagai pasar teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari pengembang inovasi, termasuk pada sektor 5G, 6G, kecerdasan buatan (AI), serta pengelolaan data nasional.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar dari sisi sumber daya manusia yang dapat bersaing di tingkat global. Namun, potensi tersebut perlu didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan agar talenta digital dapat berkembang optimal.
Selain penguatan SDM, Ibas juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur telekomunikasi sebagai fondasi utama transformasi digital. Menurutnya, perluasan jaringan seperti BTS dan serat optik merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas nasional.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa transformasi digital harus dibarengi dengan penguatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi di tengah meningkatnya ancaman digital global. Implementasi regulasi dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dinilai menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan.
Ibas menutup dengan ajakan agar seluruh elemen bangsa menjadikan transformasi digital sebagai agenda strategis nasional demi mewujudkan Indonesia sebagai negara yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pemimpin dalam ekonomi digital global.
Dikutip dari antaranews.com