Sleman – PT Jasa Raharja bersama Aru Raharja melaksanakan kegiatan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) di Kalurahan Sinduadi, Sleman. Selasa, 22 September 2026 Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya dalam memberikan pertolongan awal sebelum korban mendapatkan penanganan medis.
Kegiatan PPGD diikuti oleh unsur Pemerintah Kalurahan Sinduadi, Karang Taruna Kalurahan Sinduadi, serta pegawai Aru Raharja. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap terhadap kejadian darurat, terutama yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai pemahaman dasar kondisi kegawatdaruratan, langkah awal memberikan pertolongan kepada korban, penanganan sebelum mendapatkan bantuan medis, serta teknik dasar pertolongan pertama. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan keselamatan penolong dan korban selama proses pertolongan berlangsung.
Peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan aktif dalam sesi penyampaian materi maupun praktik lapangan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Septian Gunawan selaku Kasubag Pelayanan PT Jasa Raharja, Bambang S. selaku PSC 119, Senen Haryanto selaku Lurah Sinduadi, unsur Karang Taruna dan staf Kalurahan Sinduadi, serta Aru Raharja.
Melalui kegiatan PPGD ini, Jasa Raharja bersama mitra terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperoleh diharapkan dapat membantu peserta mengambil tindakan secara tepat, cepat, dan aman ketika menghadapi kejadian yang membutuhkan pertolongan pertama.
Septian Gunawan selaku Kasubag Pelayanan PT Jasa Raharja menyampaikan bahwa kegiatan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) di Kalurahan Sinduadi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. “Pengetahuan mengenai pertolongan pertama penting dimiliki masyarakat agar dapat memberikan respons awal yang tepat dan aman ketika menghadapi kejadian darurat, khususnya sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan PPGD tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membekali peserta melalui praktik pertolongan pertama. “Melalui materi dan praktik yang diberikan, peserta diharapkan dapat memahami langkah-langkah awal dalam menangani korban, sekaligus tetap memperhatikan keselamatan diri sebagai penolong maupun keselamatan korban,” ungkapnya.
Septian berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam situasi yang membutuhkan pertolongan pertama di lingkungan masyarakat. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan aman,” pungkasnya.