Jakarta – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 24 Februari 2026, melemah 33 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.802 per dolar AS.
Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah di awal sesi perdagangan akibat dinamika pasar global dan permintaan dolar yang relatif tinggi. Meskipun melemah, fluktuasi nilai tukar diperkirakan masih wajar dan akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter, sentimen investor, serta pergerakan pasar keuangan dunia.
Investor dan pelaku pasar di Jakarta memantau pergerakan rupiah secara cermat, terutama terkait perdagangan ekspor-impor dan arus modal asing, yang berpotensi memengaruhi stabilitas mata uang domestik dalam jangka pendek.
Dikutip dari antaranews.com