Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan awal Maret 2026 setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak global. Minyak mentah AS naik 8,4% ke USD 72,74 per barel, sementara Brent sebagai acuan global melonjak 9% ke USD 79,45 per barel, level tertinggi sejak serangan AS-Israel ke fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Kepanikan pasar muncul setelah pernyataan komandan Garda Revolusi Iran yang menegaskan akan menindak kapal yang melewati selat. Lalu lintas tanker sementara berhenti, padahal Selat Hormuz memfasilitasi lebih dari 14 juta barel minyak per hari, atau sekitar sepertiga ekspor minyak laut dunia, ke negara-negara seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer akan terus berlangsung, meski membuka peluang negosiasi, sementara pejabat Iran menolak perundingan, meningkatkan ketidakpastian geopolitik. Analis memperingatkan harga Brent bisa menembus USD 100–120 per barel jika gangguan pasokan berlanjut, mengingat potensi anjloknya ekspor minyak Iran akibat gejolak domestik dan ketidakpastian kepemimpinan.
Dikutip dari liputan6.com