Proyek Penataan Tukad Badung Terendam Tiga Kali, Debit Air Tinggi Jadi Penyebab

Proyek Penataan Tukad Badung Terendam Tiga Kali, Debit Air Tinggi Jadi Penyebab

Proyek penataan Tukad Badung di Denpasar terendam debit air tinggi setidaknya tiga kali sejak September 2025. Peristiwa pertama terjadi pada 10 September, kemudian pada 29 September, dan terakhir pada 5 November 2025.

Proyek ini merupakan kelanjutan penataan di Tukad Kumbasari, yang dikenal sebagai Tukad Korea. Kali ini, penataan dilakukan dari selatan jembatan Jalan Hasanudin menuju Jalan Pulau Biak.

Saat terendam, aktivitas pengerjaan proyek sempat terhenti, Kamis (6/11), dengan sejumlah material terlihat tersimpan di pinggir jalan, termasuk pasir, bata, dan besi. Meski demikian, beberapa bagian pengerjaan seperti lantai alur sungai di kiri dan kanan serta sebagian senderan sudah terlihat. Namun, senderan sisi barat belum selesai, dan dua molen cor tampak di atas lantai, salah satunya terjungkal akibat terseret air.

“Proyek ini terus berlanjut meski rekanan mengajukan perpanjangan waktu pengerjaan,” kata Kabid Sumber Daya Air PUPR Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya.

Proyek yang dimulai pada 22 Juli 2025 ini memiliki nilai kontrak Rp 5,839 miliar dari pagu anggaran Rp 6 miliar, membentang sepanjang 1,2 kilometer.

Penataan bertujuan meningkatkan kerapian dan keasrian kawasan sungai, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Proyek ini juga menjadi lanjutan penataan di sekitar Pasar Kumbasari dan Pasar Badung. Dikutip dari tribunnews.com