Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada Rabu, 12 November 2025, tercatat di level Rp16.715 per USD pada pembukaan perdagangan. Analis pasar Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif namun tetap cenderung melemah di kisaran Rp16.690–Rp16.730 per USD.
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh berita berakhirnya penutupan pemerintah AS yang telah memasuki hari ke-41. Senat AS telah mengesahkan RUU pendanaan federal, yang selanjutnya akan dipertimbangkan DPR dan ditandatangani Presiden. Sinyal ini membuka peluang bagi data ekonomi resmi AS untuk dirilis, yang dapat memengaruhi pasar global.
Selain faktor domestik AS, ketegangan geopolitik di Eropa juga memberi tekanan. Ukraina melancarkan serangan pesawat tak berawak ke infrastruktur energi Rusia, memicu balasan Moskow, dan memengaruhi harga energi global. Di sisi lain, kebijakan redenominasi rupiah masih dalam tahap persiapan, dengan pembahasan regulasi akan dilaksanakan secara bertahap oleh Bank Indonesia, pemerintah, dan DPR.
Rangkuman ini menjadi referensi penting bagi investor dan pelaku pasar yang memantau fluktuasi nilai tukar dan kondisi ekonomi global yang memengaruhi rupiah.sumber metrotvnews.com