Transaksi QRIS Tembus 12,55 Miliar Kali pada Semester I 2026, BI Catat Pertumbuhan Pesat

Transaksi QRIS Tembus 12,55 Miliar Kali pada Semester I 2026, BI Catat Pertumbuhan Pesat

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang semester I 2026. Volume transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar transaksi atau meningkat 100,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, nilai transaksi QRIS tercatat mencapai Rp600,69 triliun atau tumbuh 89,52 persen secara tahunan.

Selain peningkatan transaksi, jumlah pengguna dan merchant QRIS juga terus bertambah. Saat ini layanan pembayaran digital tersebut telah digunakan oleh sekitar 66 juta pengguna dan diterima di 44,86 juta merchant di seluruh Indonesia.

BI menargetkan hingga akhir 2026 jumlah pengguna QRIS dapat mencapai 70 juta orang, dengan 47 juta merchant yang terhubung. Sementara itu, target volume transaksi QRIS tahun ini ditetapkan sebesar 17 miliar transaksi, sehingga capaian semester pertama telah mendekati tiga perempat dari target tersebut.

Sebagian besar merchant QRIS berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran QRIS memberikan kemudahan bagi pelaku usaha kecil untuk menerima pembayaran nontunai melalui satu kode yang dapat digunakan berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital.

BI menilai perkembangan QRIS turut memperkuat inklusi keuangan nasional melalui sistem pembayaran yang terintegrasi. Saat ini ekosistem QRIS telah didukung oleh 96 bank, 60 lembaga nonbank, serta empat lembaga switching yang memperkuat konektivitas transaksi digital di Indonesia.