Wamendagri Dorong Sinergi Ekosistem untuk Pendidikan Berkualitas

Wamendagri Dorong Sinergi Ekosistem untuk Pendidikan Berkualitas

Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya perubahan pola pikir, mentalitas, dan orientasi misi sebagai tiga fondasi strategis dalam mewujudkan pendidikan bermutu di Indonesia. Menurutnya, tanpa ketiga aspek tersebut, berbagai kebijakan pendidikan hanya akan berakhir sebagai formalitas administratif tanpa dampak nyata.

Hal ini disampaikannya saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Dalam amanat tersebut, pemerintah telah merancang program “pendidikan bermutu untuk semua” melalui sejumlah kebijakan prioritas.

Kebijakan tersebut mencakup revitalisasi dan digitalisasi lebih dari 288 ribu satuan pendidikan, peningkatan kualifikasi serta kesejahteraan guru melalui program beasiswa, penguatan karakter siswa melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan lingkungan sekolah ASRI, serta pengukuran mutu melalui tes akademik dan penguatan literasi serta numerasi.

Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Implementasi program prioritas seperti pembelajaran mendalam (deep learning) dinilai hanya dapat berhasil jika seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, hingga media, bergerak secara sinergis.

Wiyagus juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Ki Hajar Dewantara, yakni memanusiakan manusia melalui proses pendidikan yang tulus dan berkelanjutan. Ia menegaskan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia.

Dikutip dari antaranews.com