Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ibarat kapal kecil di samudra ekonomi: rentan diterpa badai, namun lincah, kreatif, dan mampu berimprovisasi. Banyak UMKM lahir dari ruang tamu, garasi, atau dapur, dengan modal terbatas dan mimpi besar. Tantangan kecil seperti kenaikan harga bahan, munculnya pesaing, atau penurunan penjualan bisa mengguncang usaha.
May Wulan Ramadhani, pemilik AYRA’s Kitchen, membagikan pengalamannya dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Sumenep, Senin (10/11/2025). Ia mengatakan bahwa “the power of kepepet” menjadi awal dirinya berbisnis. Meski awalnya tidak memiliki pengetahuan membuat pastry, ia belajar melalui internet hingga mampu membuka usaha kuliner.
Pandemi menjadi ujian besar bagi May, hingga suaminya memutuskan resign. Namun keduanya tetap semangat membuka gerai roti bakar di Taman Tajamara Sumenep. Suami menangani pelayanan, sementara May fokus di dapur.
Pengalaman jatuh bangun ini membuat May terus menyemangati pelaku UMKM lain. Menurutnya, persaingan dan perubahan selera pasar selalu ada, namun semangat bertahan dan berinovasi adalah kunci.
“UMKM tetap menjadi denyut yang menjaga ekonomi tetap hidup,” ujar May, menekankan peran penting UMKM dalam ekonomi lokal dan nasional. Dikutip dari RRI.co.id