Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah fokus menyelamatkan 450 jiwa yang terdampak tanah longsor akibat hujan deras di Kelurahan Sriharjo, Kecamatan Imogiri pada Jumat (21/11/2025).
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan longsor terjadi di talut Sungai Oya, sehingga akses jalan warga dari Pedukuhan Sompok ke Wunut Sriharjo terputus. “Warga terdampak di Wunut sekitar 300 jiwa, dan di Sompok 150 jiwa,” ujar Bupati.
Untuk menangani kondisi ini, Pemkab Bantul mendirikan dua posko darurat. Posko pertama berada di Sompok Sriharjo, sementara posko kedua di Kedungjati, Selopamiro. Posko Kedungjati digunakan sebagai jalur alternatif distribusi logistik melalui jembatan gantung jika ruas Sompok-Wunut tidak dapat dilalui.
Bupati menambahkan, seluruh upaya difokuskan pada keselamatan nyawa warga, distribusi logistik, dan kesiapan evakuasi. Berdasarkan BMKG, puncak musim hujan di wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Yogyakarta, diperkirakan terjadi pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Masa tanggap darurat Bantul diberlakukan mulai 21 November hingga 5 Desember 2025 selama 14 hari.
Pemkab Bantul bersama relawan dan Kelurahan Sriharjo terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan warga terdampak tetap aman, terpenuhi kebutuhan makan, dan bila diperlukan, siap dilakukan evakuasi atau relokasi.
Dikutip dari antaranews.com