Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Kepastian tersebut disampaikan di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Selat Hormuz dan perang Rusia-Ukraina.
Airlangga mengatakan pemerintah masih mampu meredam dampak perubahan harga minyak melalui bantalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, selama harga minyak berada di bawah 100 dolar AS per barel, harga pembelian pemerintah untuk BBM nonsubsidi masih berada di kisaran 90 dolar AS per barel.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai harga BBM subsidi masih dapat dipertahankan hingga penghujung tahun tanpa perubahan kenaikan.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga memastikan pemerintah menyiapkan stok BBM subsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah terus mendorong agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran dan dinikmati masyarakat yang memang berhak.
Bahlil juga menyoroti adanya pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Ia mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk menggunakan BBM nonsubsidi agar subsidi tetap tersedia bagi kelompok yang membutuhkan.