Gunung Ibu kembali mengalami erupsi pada Rabu dini hari, sehingga Badan Geologi memperluas radius aman sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah aktif bagian utara.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan erupsi terjadi pukul 00.49 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak. Abu vulkanik terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut.
Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi sekitar 52 detik. Meski demikian, status aktivitas Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada.
Badan Geologi mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pengunjung untuk tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif serta area sektoral 3,5 kilometer di bagian utara. Warga juga diminta menggunakan masker dan kacamata saat terjadi hujan abu guna menghindari gangguan pernapasan dan iritasi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici. Masyarakat juga diimbau memantau perkembangan aktivitas gunung api melalui aplikasi resmi Magma Indonesia.
Dikutip dari antaranews.com