PDI Perjuangan (PDIP) mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029 dengan membentuk tim internal khusus untuk mengevaluasi Undang-Undang Pemilu sekaligus menyusun strategi menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang. Langkah ini dilakukan di tengah bergulirnya pembahasan revisi regulasi kepemiluan di DPR RI.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyebut pembentukan tim tersebut menjadi bagian dari upaya partai dalam mencermati pelaksanaan aturan pemilu yang berlaku saat ini serta menyiapkan langkah antisipatif terhadap kemungkinan perubahan regulasi. Menurutnya, pembahasan revisi UU Pemilu menjadi pintu masuk penting dalam menentukan arah persiapan politik menuju 2029.
Andreas mengungkapkan, pembahasan revisi UU Pemilu saat ini masih berlangsung di Komisi II DPR. Namun, ia menerima informasi bahwa status revisi tersebut kemungkinan akan dialihkan dari usulan inisiatif DPR menjadi inisiatif pemerintah.
Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima yang menegaskan revisi UU Pemilu hingga kini masih tercatat sebagai bagian dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) inisiatif DPR. Meski begitu, Aria mengakui proses pembahasan belum dapat dipercepat karena masih diperlukan penyamaan pandangan antarfraksi dalam penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).
Situasi ini menunjukkan revisi UU Pemilu masih berada dalam tahap awal pembahasan, namun sudah menjadi perhatian serius partai politik, termasuk PDIP, sebagai fondasi strategis dalam menyiapkan peta persaingan menuju Pemilu 2029.
Dikutip dari liputan6.com