Kebakaran Semeru Meluas, 1.888 Hektare Lahan Hangus

Kebakaran Semeru Meluas, 1.888 Hektare Lahan Hangus

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meluas hingga sekitar 1.888,91 hektare. Data sementara tersebut tercatat hingga Jumat (4/9/2026) pukul 12.00 WIB dan masih berpotensi bertambah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan titik api terkonsentrasi di dua lokasi, yakni Blok Ranukembang, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, serta jalur Ayak-Ayak dan sisi barat Ranu Kumbolo yang masuk wilayah Desa Ngadas, Kabupaten Malang.

BPBD Jawa Timur, BPBD Lumajang, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus melakukan pemantauan dan penanganan. Tim gabungan mengandalkan pemadaman manual serta membuat sekat bakar untuk mencegah api merambat lebih luas.

Upaya pemadaman menghadapi kendala medan yang terjal serta angin cukup kencang. Pemadaman melalui udara juga sementara terkendala karena helikopter PK-DAP mengalami masalah pada bucket dan sistem kelistrikan sehingga harus menjalani perbaikan di Lanud Abd Saleh.

Kebakaran diketahui bermula pada 26 Agustus 2026 di kawasan Ranu Kembang, sebelah barat Pos 4 jalur pendakian Semeru. Menyusul kejadian tersebut, TNBTS menutup seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun luka. Penanganan melibatkan BPBD, TNBTS, Manggala Agni, TNI-Polri, perangkat pemerintah setempat, dan relawan.