Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Tangerang, Banten, guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran pada 2026. Pemerintah menargetkan sebanyak 5.000 unit rumah tidak layak huni di wilayah tersebut dapat diperbaiki, meningkat dari realisasi tahun sebelumnya.
Dalam peninjauan di Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, ditemukan sejumlah rumah warga dalam kondisi memprihatinkan, seperti lantai tanah, atap bocor, pencahayaan minim, hingga struktur bangunan yang belum memadai dan berisiko terhadap bencana. Kondisi ini menjadi dasar percepatan program perbaikan yang dijadwalkan mulai April 2026.
Menteri PKP menegaskan pentingnya pengawasan agar program berjalan transparan dan tepat sasaran, serta mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaannya. Setiap unit rumah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Qodari menekankan bahwa sektor perumahan menjadi prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat. Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyebut mekanisme pemilihan toko terbuka untuk pengadaan material mampu meningkatkan transparansi sekaligus menyederhanakan proses yang sebelumnya dinilai kompleks.
Dikutip dari RRI.co.id