Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital sepanjang semester I 2026. Volume transaksi mencapai 66.372.367 gram atau meningkat 338 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 15.149.074 gram. Dari sisi nilai, transaksi juga melonjak 601 persen menjadi Rp172,7 triliun dari sebelumnya Rp24,6 triliun.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ICDX, Nursalam, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap perdagangan emas digital sebagai salah satu alternatif investasi. Menurutnya, ICDX akan terus menjaga independensi dan transparansi perdagangan serta memperkuat literasi dan edukasi bersama regulator maupun pelaku usaha untuk mendukung pertumbuhan ekosistem emas digital di Indonesia.
Saat ini, terdapat enam pedagang emas digital yang menjadi anggota bursa ICDX, yakni Indogold, Treasury, Laku Emas, ShariaCoin, Brankas LM, dan Pluang. Selain itu, ICDX juga menjadi bagian dari Indonesia Bullion Market Association (IBMA) yang berperan mendorong pengembangan pasar bullion nasional melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi, dan penguatan ekosistem industri.
Sementara itu, Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI), Anang Samsudin, menilai pertumbuhan transaksi emas digital didorong meningkatnya literasi masyarakat serta tingginya volatilitas harga emas. Menurutnya, emas digital kini semakin diminati sebagai instrumen diversifikasi aset dan investasi jangka panjang. PPEDI juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan transaksi nasabah, termasuk menjamin ketersediaan aset emas fisik dengan rasio 1:1 sebagai underlying asset bagi setiap kepemilikan emas digital.