BNPB Prioritaskan Pembukaan Jalan Tertimbun Longsor di Sidrap

BNPB Prioritaskan Pembukaan Jalan Tertimbun Longsor di Sidrap

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama petugas gabungan dan masyarakat terus melakukan upaya penanganan darurat pascalongsor yang melanda Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang. Fokus utama saat ini adalah membersihkan material longsor yang menutup akses jalan utama menuju wilayah terdampak agar aktivitas warga dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan normal.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, mengatakan pembukaan jalur transportasi menjadi prioritas karena ruas jalan yang tertimbun merupakan akses vital bagi masyarakat setempat. Hingga Senin (1/6), tim gabungan masih berjibaku membersihkan material tanah longsor dengan dukungan peralatan yang tersedia serta partisipasi warga melalui kerja bakti gotong royong.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, bencana longsor terjadi pada Sabtu (30/5) malam setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan perbukitan di Sidrap. Material tanah yang longsor menutup akses darat di Kecamatan Pitu Riase sehingga sempat mengisolasi sejumlah wilayah dan menghambat mobilitas masyarakat.

Hasil kaji cepat sementara dari BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang menunjukkan sedikitnya 614 warga terdampak akibat terganggunya akses jalan dan aktivitas harian. Selain itu, longsor juga menyebabkan kerusakan pada 221 rumah warga yang terkena material tanah.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih berpotensi memicu kejadian serupa. Sementara itu, proses pembersihan dan pemulihan akses jalan terus dilakukan agar kehidupan masyarakat dapat segera kembali normal.

Dikutip dari antaranews.com