Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, mendorong generasi muda untuk menjadi penggerak utama dalam mempersiapkan transisi menuju sistem pemilu digital atau e-voting di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk Pengkajian Ideologi Kebangsaan IV yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta.
Dalam pemaparannya, Alia menilai digitalisasi pemilu memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia. Menurutnya, penerapan e-voting dapat membantu menekan biaya politik, mempercepat proses rekapitulasi suara, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemilu.
Meski demikian, Alia mengingatkan bahwa penerapan sistem pemilu digital memerlukan persiapan yang matang dan berkelanjutan. Ia menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari belum meratanya akses internet, kesiapan perangkat digital, hingga tingkat literasi digital masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, Alia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjembatani edukasi digital kepada masyarakat sekaligus mengawal proses transformasi tersebut. Menurutnya, anak muda harus mampu menjadi agen perubahan yang membantu mengurangi kesenjangan digital dan memastikan masyarakat siap menghadapi perkembangan teknologi dalam sistem demokrasi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penerapan e-voting tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan dukungan generasi muda, Alia optimistis Indonesia dapat mempersiapkan sistem pemilu yang lebih efisien, transparan, dan terpercaya di masa depan.
Dikutip dari RRI.co.id