Normalisasi Sungai di Tapanuli Tengah dan Sibolga Jadi Prioritas Pascabencana

Normalisasi Sungai di Tapanuli Tengah dan Sibolga Jadi Prioritas Pascabencana

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Dwi Purwantoro, menegaskan bahwa normalisasi sungai di Tapanuli Tengah dan Sibolga menjadi prioritas pascabencana. Hal ini dilakukan menyusul sedimentasi ekstrem yang menurunkan kedalaman sungai, memicu luapan ke permukiman warga. Kedalaman sungai yang semula sekitar 2 meter kini tersisa 0,5 meter, sehingga normalisasi menjadi langkah krusial.

Penanganan tanggap darurat meliputi dua sungai di Kota Sibolga dan enam sungai di Kabupaten Tapanuli Tengah. Dwi menambahkan bahwa tambahan alat berat dan SDM akan diterjunkan untuk mempercepat proses normalisasi, mengingat kondisi cuaca yang masih harus diwaspadai.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan seluruh alat berat telah dikerahkan ke wilayah terdampak. Pemerintah memastikan percepatan penanganan dengan respons cepat dan terukur, serta mengedepankan keselamatan masyarakat, pemulihan konektivitas, dan layanan dasar.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci percepatan pemulihan di Sumatra Utara pascabencana. Normalisasi sungai di Tapanuli Tengah dan Sibolga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di masa mendatang dan menjaga keselamatan warga.

Dikutip dari RRI.co.id