Pertamina Patra Niaga menegaskan telah melakukan pemblokiran BBM subsidi terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang terindikasi melakukan kecurangan dalam pembelian BBM bersubsidi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan memastikan subsidi BBM tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa pemblokiran dilakukan setelah sistem digital subsidi mendeteksi potensi penyalahgunaan. Selain pemblokiran, perusahaan juga melakukan pembinaan terhadap 544 SPBU hingga pertengahan November 2025 guna memastikan pengawasan berjalan optimal.
Pertamina terus mendorong penjualan produk nonsubsidi dan ramah lingkungan seperti Pertamax Green, yang kini tersedia di 168 SPBU dengan pertumbuhan penjualan sekitar 80 persen dibanding tahun sebelumnya. Sistem digitalisasi penyaluran BBM melalui QR Code untuk solar dan Pertalite juga menunjukkan hasil positif, menjaga kuota tetap terkendali.
Dengan langkah ini, Pertamina memastikan distribusi subsidi tepat sasaran, mencegah penyalahgunaan, dan sekaligus mendorong masyarakat beralih ke BBM ramah lingkungan.
Sumber RRI.co.id